Pages

Senin, 10 Mei 2010

My religion and my faith.....

hmmm......
Dah dari lama sebetulnya gw merasakan pergulatan batin ttg apa yang jadi pilihan hidup gw..
Beberapa waktu lalu gw bingung memilih antara menjadi librarian, HR defender atau profesi yang lainnya... Namun pasca kejadian 10 hari yang lalu tepat di tanggal 30 April 2010 setelah pukul 10.20 WIB gw seperti mendapatkan jawaban dari semua yang selama ini gw kerjakan...

Hati gw dengan mantap mengatakan "aku ingin hidup menyuarakan persamaan hak, menyuarakan HAM, menyuarakan keadilan, dan menyuarakan nilai2 kemanusiaan pada semua orang bahkan mati menjadi taruhannya..." Entah kekuatan dari mana, ditengah trauma yang gw rasa... ketakutan akan mati di tangan anggota FPI yang menyerbu, baru beberapa jam gw berlari kabur dari amuk massa... Tapi bukan ketakutan kekal yang gw rasa, justru itu menyulut tekad yang lebih dalam, Aku ingin mati untuk satu alasan! Aku tidak akan menyerah pada mayoritas... Aku berani hidup dalam marjinalitas, mendobrak dunia mainstream dan mencintai mereka yang menjadi kaum terpinggirkan!!

Sebetulnya ketika sesi hipnoterapi gw dah dapet jawaban bahwa gw akan membela kaum perempuan yang selalu didiskriminasi dan senantiasa membela... Tapi gw merasa itu mungkin beberapa tahun lagi... Ternyata lebih cepat dari yang bisa gw bayangkan... Tuhan memberikan gw kesempatan untuk menjadi bagian perubahan besar dalam dunia dan tercatatkan dalam sejarah!! Hehehe terlalu lebay mungkin..

Tapi gw sempat melakukan perenungan, apa sih perlawanan HR defender saat ini??? Toh pemerintahan atau penguasa Negeri ini (R1) sudah tidak mungkin melakukan ototariansme seperti zaman Soeharto.... Negara tidak lagi melakukan pelanggara by commission (dengan tindak) sudah tidak ada lagi penculikan atau penangkapan semena2 di depan mata... Tantangan HR defender kali ini adalah orang2 yang menganggap dirinya Organisasi Masyarakat, saat ini HR defender dihadapkan pada Fundamentalis agama dan fundamentalis pasar... Kejadian 10 hari yang lalu membuktikan, bisa saja gw dan teman2 mati akibat amuk ormas! dan Negara kerap kali melakukan pelanggaran by ommission (pembiaran) buat gw ini adalah pelanggaran halus dan aman yang dilakukan NEGARA... Karena negara tidak langsung terlibat namun memakai tangan para fundamentalis tsb... Banyak aktivis lingkungan sekarang berhadapan dengan para pemilik modal atau fundamentalis pasar yang menggandeng para aparat penegak hukum (TNI,Marinir, polisi,dll)... Jadi ternyata perjuangan masih harus dilakukan kan?
Konyolnya gw bahkan sempat berpikir inilah yang membuat gw ada kemiripan dengan idola gw alm Munir... Sehingga gw pun kadang2 bisa terlihat sangat heroik... huahahahaha
Tapi jujur setelah kejadian 10 hari tsb, gw tau dmana harus berpijak! Gw akan senantiasa menjadi Fasilitator untuk mereka kaum rentan dan ditentang kebanyakan orang...! Bukan karena mau cari popularitas atau kontroversi apalagi coverage media... Tapi karena gw di situlah hidup gw bisa bermakna dan menjadi bagian dari perubahan dunia!!

Tulisan ini juga sebagai bentuk terima kasih gw buat yang dengan tulus hati mensupport gw!!
Untuk Seluruh panitia, rekan fasilitator, Geng DEMOS, Sahabat YLBHI dan LBH Jakarta, Alumni PUSDOKINFO, bapa gw yang sudah merelakan anaknya terjun kedunia keras ini... Teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu... semoga TUHAN merahmani dan memberkati kalian semua....

Terima kasih juga YESUS KRISTUS yang sudah mengajari aku hidup dalam minoritas, perbedaan dan kasih.... my faith now believe that all people in the world have the same opportunity to be equal no matter what their religion,sex orientation and gender....!
VIVA HUman Rights for all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar